Skip to main content

Pengembangan Minat Baca Bagi Siswa Sekolah Dasar

Pengembangan Minat Baca Bagi Siswa Sekolah Dasar
( Study kasus di SDN Semirejo 02 )

Rois Anisak
rois4nisak@gmail.com
S1 Perpustakaan
Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu politik


Abstrak
Perpustakaan merupakan gudang ilmu dan gudang informasi bacaan. Keberadaan perpustakaan di lingkungan SDN Semiejo 02 di harapkan mampu menyediaakan banyak koleksi buku, baik buku fiksi maupun non fiksi. Untuk menumbuhkan minat baca siswa, peran orangtua, guru sangat dibutuhkan. Orang tua dapat menjadi contoh di rumah, sedangkan guru dapat mengajak siswa untuk membaca buku yang menarik di perpustakaan. Ada beberapa masalah yang kita jumpai di perpustakaan SDN Semirejo 02, seperti kurangnya minat baca siswa, upaya-upaya untuk meningkatkan minat baca. Serta fakor-faktor yang menyebabkan siswa malas membaca. Tujuan meningkatkan minat baca di SDN Semirejo 02 salah satunya adalah mewujudkan suatu sistem penumbuh kembangan minat baca sesuai dengan tujuan pendidikan sekolah dasar juga untuk mengantisipasi perkembangan ilmu dan teknologi. Memberikan hadiah kepada siswa yang sering datang ke perpustakaan merupakan ide untuk menarik siswa datang ke perpustakaan. Maka perpustakaan perlu menambah jumlah koleksi yang sesuai dengan keinginan siswa. Keberhasilan perpustakaan sangat di tentukan layanan yang diberikan kepada pemakai perpustakaan.






Kata kunci : Perpustakaan, Minat, membaca








PENDAHULUAN
            Sekolah Dasar Negeri Semirejo 02 terletak di desa Semirejo kecamatan Gembong Kabupaten Pati, terdapat 13 ruangan yang salah satunya adalah ruangan perpustakaan. Ruangan yang panjang nya 8 m dan lebar nya 8 m ini di digunakan untuk menata buku-buku serta koleksi lainya. Perpustakaan SDN Semirejo 02 ini mempunyai koleksi buku fiksi 2225, non fiksi 1653 sedangkan referensinya sekitar 432 buku.
            Kebanyakan siswa SDN Semirejo 02 berfikir bahwa membaca itu hal yang membosankan, ada juga yang mengatakan membaca itu menyita waktu mereka bermain. Mereka lebih senang berkumpul dengan teman-teman nya saat jam istirahat. Banyak siswa yang datang ke perpustakaan tapi hanya sekedar membuka buku dan melihat gambar nya saja. Berdasar buku pengunjung perpustakaan serta buku peminjaman, mereka juga sering meminjam buku di bawa pulang, namun jarang sekali buku tersebut di baca. Hal ini diketahui karena setelah siswa mengembalikan buku kepada petugas perpustakaan dan mereka di tanya tentang isi ceria buku mereka bilang tidak tau.
            Gambaran diatas membuat kita berfikir bahwa kegiatan membaca merupakan suatu kegiatan yang mahal. Penulis menilai bahwa usaha untuk meningkatkan minat baca di kalangan siswa SDN Semirejo 02 perlu di tingkatkan agar mereka terbiasa dengan membaca, juga upaya-upaya untuk meningkat kan minat baca, serta faktor-faktor yang mempengaruhi dan menghambat minat baca siswa SDN Semirejo 02.
Perpustakaan merupakan suatu tempat untuk mengumpulkan, memilih, menyimpan, memelihara sertamenyebar luaskan semua ilmu pengetahuan manusia baik yang tercetak maupun non cetak dan tidak terbatas pada buku-buku saja, melainkan mencakup juga rekaman dan cetakan lainnya yang bukan buku.( (Sudarsono:  2010)
          Perpustakaan sekolah adalah suatu perpustakaan yang diselenggarakan oleh suatu sekolah, baik itu sekolah tingkat dasar maupun sekolah tingkat lanjut. Program sekolah dasar lebih diarahkan untuk membantu siswa dalam membaca dan mengenal berbagai macam buku untuk menumbuhkan semangat membaca sekaligus mencintai buku.
          Perlu diketahui bahwa perpustakaan merupakan bagian yang harus ada disetiap sekolahan sesuai yang disebutkan dalam Peraturan Pemerintah RI No. 19 Tahun 2005  Tentang Standar Nasional Pendidikan pada pasal 42 ayat  2. Dan telah diketahui bersama bahwa perpustakaan sejak lama telah menjadi tempat siswa sebagai sumber peningkatan mutu pendidikan. Perpustakaan sekolah dasar menjadi sangat penting untuk meningkatkan ketrampilan membaca dan menghaluskan sikap moral setiap pembaca.
Berdasakan latar belakang diatas dapat dirumuskan permasalahan yang terjadi di SDN Semirejo 02 yaitu :
1.      Bagaiman kondisi minat baca di perpustakaan SDN Semirejo 02 ?
2.      Bagaimana upaya-upaya yang dilakukan untuk menumbuhkan dan mengembangkan minat baca siswa di SDN Semirejo 02 ?
3.      Apakah faktor-faktor yang menghambat minat baca siswa SDN Semirejo 02?
Berdasarkan permasalahan diatas, dapat dijabarkan dengan tujuan sebagai berikut:
1.      Untuk mengetahui kondisi minat baca siswa di SDN Semirejo 02.
2.      Untuk mengetahui upaya-upaya yang dilakukan  untuk menumbuhkan dan mengembangkan minat baca siswa.
3.      Untuk mengetahui faktor-faktor penghambat minat baca siswa.

METODE PENELITIAN
a.       Metode penelitian yang digunakan penulis sebagai pelengkap karya ilmiah adalah:
Metode Deskriptif  kualitatif yaitu suatu penelitian yang dimaksud untuk mengumpulkan informasi atau data tentang pemanfaatan perpustakaan untuk meningkatkan minat baca siswa di SDN Semirejo 02.
b.      Subjek dan tempat penelitian
Subjek yang dilakukan penulis adalah siswa SDN Semirejo 02 sebanyak 20 siswa, yang terdiri dari 10 anak laki-laki dan 10 anak perempuan. Tempat penelitian berada di SDN Semirejo 02 yang berada di Desa Semirejo rt.01 rw.04 Kecamatan Gembong Kabupaten Pati, kodepos 59162 Jawa Tengah.
c.       Waktu penelitian
Waktu penelitian yang dilakukan penulis kurang lebih 1 bulan, mulai tanggal 18 Agustus 2014 sampai 21 September 2014.
d.      Prosedur penelitian
Dalam penelitian penulis menentukan langkah berupa kegiataan yaitu
1.      Wawancara dengan pustakawan SDN Semirejo 02.
Wawancara merupakan kegiatan tanya jawab yang dilakukan secara langsung, atau cara pengumpulan data dengan mengajukan pertanyaan – pertanyaan secara langsung kepada seseorang yang mempunyai wewenang dalam suatu masalah. (Kerap,1980 : 162)
2.      Metode observasi
Observasi merupakan pengamatan yang dilakukan secara langsung, jadi metode observasi adalah suatu cara yang terpikir baik untuk melakukan pengamatan terhadap objek yang hendak di teliti untuk mencapai suatu tujuan. (Kerap, 1980 : 161)

PEMBAHASAN
A.    Hakekat  minat baca
            H.G Targian (1998), menyebutkan minat merupakan keinginan yang timbul dari organisme sadar akan apa yang memuaskan kebutuhan.
Membaca merupakan suatu proses menangkap atau memperoleh suatu kegiaatan intelektual yang mendatangkan pandangan, sikap, tindakan positif. (Buku panduan Perpustakaan,1996)
          Minat membaca merupakan suatu perhatian yang kuat, mendalam disertai dengan perasaan senang terhadap kegiataan membaca sehingga mengarahakan individu untuk membaca dengan kemauan sendiri. ( Lilawati:1988 )
         


Manfaat  dan tujuan minat baca
Menurut Sunindyo (1975 : 2) membaca sangat bermanfaat, karena membaca dapat :
1.      Mengisi waktu luang dengan kesibukan yang berguna.
2.      Menambah pengetahuan di samping pengetahuan yang di dapat di sekolah.
3.      Meningkatkan ketrampilan yang berhubungan dengan hobi, olah raga, dan seni yang sesuai dengan keperluan sendiri.
4.      Mengembangkan watak dan perilaku yang baik.
5.      Memanfaatkan perpustakaan – perpustakaan yang ada di dalam masyarakat.
Perpustakaan SDN Semirejo 02 diadakan peningkatan minat baca yaitu untuk mengembangkan minat baca siswa / guru melalui layanan perpustakaan dengan menekan pada penciptaan lingkungan membaca untuk semua jenis bacaan yang ada di perpustakaan SDN Semirejo 02.
Sudarsana (2010: 626) mengemukakan Perpustakaan sekolah diadakan bukan lagi hanya sekedar melyani selera para siswa untuk membaca buku – buku, tetapi perpustakaan itu sendiri harus dapat membantu para siswa mengasah otak, memperluas dan memperdalam pengetahuan,  melahirkan kecekatan, serta membantu siswa dalam aktifitas yang kulikuler serta ekstra kulikuler. A.S. Nasution  (1989: 4) mengemukakan bahwa tujuan dari perpustakaan sekolah adalah sebagai berikut.
a.       Membantu para pelajar melaksanakan penyelidikan dan mencari keterangan-keterangan yang lebih luas gari pelajaran yang didapatnya  dalam kelas. Perpustakaan harus dapat memberikan bahan-bahan yang dapat memperkaya pelajaran dengan menyediaakan buku-buku, pamflet, gambar-gambar dan sebagainya.
b.      Dari sumber-sumber pengetahuan yang beraneka ragam itu, seorang siswa dapat mengetahui bahwa berbagai informasi dapat diberikan berbeda-beda.
c.       Perpustakaan yang baik dapat membantu seorang siswa mengembangakan kegemarannya.
d.      Perpustakaan yang dipimpin dan diatur dengan baik, juga memberikan pendidikan dan tanggung jawab pada siswa.
            Tujuan meningkatkan minat baca melalui pendayagunaan perpustakaan dapat dijabarkan lagi menjadi tujuan khusus yaitu :
a.       Mewujudkan suatu sistem penumbuh kembangan minat baca yang sesuai dengan pengguna perpustakaan.
b.      Menyelenggarakan program penumbuh kembangan minat baca yang sesuai dengan tujuan pendidikan sekolah dasar, terutama di SDN Semirejo 02.
c.       Menumbuh kembangkan minat baca bagi para pengguna perpustakaan baik guru maupun.

B.     Tehnik membaca
Kebiasaan membaca sejak dini ternyata dapat menggali bakat dan potensi anak, oleh karena itu orang tua sangat berperan penting untuk mengapresiasikan budaya anak dengan memberi contoh seperti rajin mendongeng, dan mengenalkan buku cerita agar anak tidak bosan. Supaya anak tidak bosan membaca, pustakawan hendaknya menyediaakan buku yang bergambar menarik, tulisannya agak besar (khusus untuk anak kelas rendah) dan warna yang cerah, hal ini yang membuat gairah membaca anak muncul.(Undang Sudarsana):2010
Membaca permulaan bertujuan memberikan kemampuan dasar bagi siswa untuk membaca yaitu dengan mengenal huruf dan terampil menjadi suara. Dalam karya ilmiah ini akan membahas tehnik membaca dimulai dari kelas III sekolah dasar. Tehnik – tehniknya adalah sebagai berikut :
1.      Membaca Tehnik ( membaca bersuara )
Membaca bersuara ini bertujuan menambah kelancaran siswa. Membaca tehnik menggunakan gerakan mulut.
2.      Membaca Dalam Hati
Membaca tanpa ada suara, membaca dalam hati ini harus memahami isi bacaan, juga menggunakan gerak mata yang paling utama.
3.      Membaca Cepat
Untuk melatih kecepatan geraka mata para siswa.
4.      Membaca Bahasa
Untuk menambah keterampilan siswa dalam menggunakan bahasa, makna kalimat.
5.      Membaca Indah (Estis)
Menggambarkan penghayatan keindahan dan keharuan yang ada dalam bacaan.
6.      Membaca Bebas
Menumbuhkan kegemaran membaca dan menambah pengetahuan.

C.    Kondisi minat baca di SDN Semirejo 02
Siswa SDN Semirejo 02 lebih senang memilih bermain dan jajan pada saat jam istirahat sekolah. Anggapan mereka ke perpustakaan hanya menghabiskan waktu untuk bermain, siswa malas membaca buku di perpustakaan karena siswa merasa sudah lelah dengan pelajaran di kelas masing-masing. Ada beberapa siswa yang datang ke perpustakaan setiap harinya kurang lebih 15 siswa, itupun campuran antara kelas I sampai kelas VI. Siswa lebih suka membaca buku cerita bergambar dibanding dengan buku-buku non fiksi, karena cerita bergambar selain gambarnya menarik juga ceritanya pendek, tidak membutuhkan banyak waktu. Sedangkan kalau mereka meminjam buku non fiksi, selain gambarnya yang Cuma sedikit juga membutuhkan waktu yang cukup lumayan untuk menyelesaikan membaca satu buku sampai selesai. Tapi pustakawan tetep mengupayakan bagaiman caranya agar anak tetep bisa melakukan kebiasaan membaca.

D.    Upaya - upaya untuk meningkatkan minat baca
Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam membina dan menumbuhkan minat baca yaitu :
1.      Yang harus dilakukan oleh pustakawan agar pembaca datang keperpustakaan dan memiliki kegemaran membaca dengan cara :
a.        Memperkenalkan buku
-          Memamerkan buku di tempat yang strategis, apalagi buku-buku yang disukai siswa SDN Semirejo 02.
-          Membuat daftar buku baru sesuai dengan tingkatan kelas masing-masing siswa.
b.      Bercerita tentang buku, supaya anak tertarik datang ke perpustakaan untuk membacanya.
c.       Berdiskusi tentang buku.
2.      Memperkenalkan cara membaca yang baik
a.       Cara membuka dan memegang buku serta bagaimana merawat buku.
b.      Cara membaca yang baik harus memperhatikan posisi badan dan gerak mata, arah sinar penerangan, jarak antara mata dengan buku, ukuran tempat duduk dan lain sebagainya.
3.      Lomba
a.       Lomba cerdas cermat, pertanyaanya diambil dari buku-buku tertentu dan memberitahukan kepada siswa buku apa yang akan dilombakan.
b.      Lomba membaca
c.       Lomba meringkas, atau lomba bercerita yang sumbernya dari buku-buku perpustakaan SDN Semirejo 02.
4.      Tugas dari guru
Jika siswa diberi tugas mengarang atau bercerita oleh gurunya, maka siswa pasti akan  mencari bahan tersebut di perpustakaan.
5.      Jam buka perpustakaan
Jam buka perpustakaan ini perlu diterapkan untuk membiasakan siswa mengunjungi perpustakaan.
6.      Hadiah
Memilih salah satu anggota perpustakaan yang sering datang ke perpustakaan untuk membaca dan meminjam buku, denan cara memberikan hadiah, misalnya berupa buku.
7.      Petugas perpustakaan (Pustakawan)
Pustakawan hendaknya bersikp ramah, sabar agar para siswa yang datang ke perpustakaan merasa nyaman.
8.      Gedung
Gedung perpustakaan sangat mempengaruhi bagi minat baca siswa, gedung tidak perlu yang besar, tetapi cukup dengan ruangan yang bersih dan memadai untuk dipakai sebagai perpustakaan dengan koleksi buku yang cukup, perabotan perpustakaan, sirkulasi udara yang baik, lampu penerangan serta meja baca yang nyaman dan tempat untuk pengolahan buku.

E.     Faktor-faktor  yang mendorong dan penghambat minat baca siswa
            Dalam hasil penelitian yang dilakukan di lapangan, banyak faktor yang mendorong maupun faktor yang menghambat siswa/siswi untuk membaca buku di perpustakaan. Adapun faktor pendorong nya adalah sebagai berikut :
1.      Kegiatan membaca di SDN Semirejo 02 perlu di tingkatkan dengan cara mengadakan gebrakan baca, misalnya setiap hari sabtu di adakan membaca bersama.
2.      Buku bacaan di kemas yang menarik supaya daya pikat membaca anak meningkat.
3.      Menciptakan suasana yang asri dan nyaman di perpustakaan agar anak tertarik untuk datang ke perpustakaan SDN Semirejo 02.
4.      Menumbuhkan minat baca anak sejak usia dini.
5.      Mengadakan pameran buku.
6.      Memajang hasil karya anak yang bagus setelah meminjam buku di perpustakaan.
Adapun faktor penghambatnya adalah sebagai berikut :
1.      Anak membaca belum terlalu lancar, sehingga mereka enggan membaca. Walaupun mereka membaca tetapi daya tangkap isi bacaan belum bisa diterima.
2.      Banyaknya media elektronik yang menyebabkan anak malas membaca, seperti acara di tv,  komputer, handpone,  play station.
3.      Banyak nya tempat bermain / hiburan seperti tempat piknik, bersepeda di lapangan.
4.      Budaya membaca dari leluhur kita yang memang belum membiasakan, sehingga sampai saat ini anak – anak masih suka belajar dengan cara mendongeng.
5.      Minimnya jumlah koleksi di perpustakaan.
6.      Mahalnya harga buku di bandingkan melihat dan mendengarkan di media elektronik.

F.     Peran perpustakaan dalam mengembangkan minat baca siswa
Perpustakaan mempunyai peranan yang sangat penting dalam menumbuhkan kesadaran membaca, kegiatan membaca juga tidak bisa terlepas dari ketersediaan bahan pustaka ataupun koleksi perpustakaan. maka tak heran jika pustakawan harus mempunyai ide – ide bagaimana caranya siswa terpengaruh untuk berkunjung ke perpustakaan terutama untuk membaca koleksi bahan pustaka. Adapun peran perpustakaan dalam meningkatkan minat baca siswa yaitu dengan cara :
1.      Memilih bacaan yang menarik bagi siswa.
2.      Mengatur berbagai cara penyajian pelajaran yang berhubungan dengan tugas-tugas diperpustakaan.
3.      Memberikan kemudahan dalam mendapatkan bacaan yang menarik bagi siswa SDN Semirejo 02.
4.      Memberikan kebebasan membaca secara leluasa kepada siswa.
5.      Memberikan kesempatan kepada siswa agar memilih buku bacaan sesuai dengan keinginan mereka.
6.      Mengusahakan kenyamanan di perpustakaan, agar siswa betah dan kerasan di perpustakaan.
7.      Melakukan promosi kepada siswa terkait pemanfaatan perpustakaan dengan peningkatan minat baca.
8.      Melakukan kegiatan lomba minat baca dan kegemaran membaca.
9.      Memberikan hadiah bagi siswa yang sering meminjam buku.
10.  Memberikan informasi tentang buku-buku baru.
Keberhasilan perpustakaan sangat ditentukan layanan yang diberikan kepada pemakai perpustakaan. Layanan perpustakaan akan semakin bermutu jika tingkat pengunjung dan pemanfaatan perpustakaan semakin meningkat. Solusi yang baik untuk membuka jalan pikiran para siswa supaya mereka mempunyai wawasan yang luas dan tidak ketinggalan informasi adalah dengan cara membaca. Dengan demikian penyelenggaraan perpustakaan dapat berjalan seoptimal mungkin dengan hasil yang diharapkan sesuai dengan tujuan yang ditetapkan.  

KESIMPULAN
Setelah penulis melakukan penelitian dan pembahasan data di atas, maka penulis memaparkan kesimpulan akhir dalam karya ilmiah ini.
            Maka kegiatan membaca di SDN Semirejo 02 harus dilaksanakan dengan penuh kesungguhan, dengan cara menyediakan buku-buku yang menarik dan mudah dibaca oleh anak. Sehingga memberikan manfaat bagi siswa dalam pengembangan kemampuan tingkat baca mereka. Pustakawan perlu memotifasi siswa untuk membangkitkan gairah membaca, juga berusaha agar terhindar dari faktor – faktor penghambat siswa dalam membaca. Dengan cara memberikan teknik – tehnik membaca agar mereka paham akan isi bacaan tersebut, dan mengerti tujuan dari membaca.
           
SARAN
            Tanpa mengurangi rasa hormat kepada semua pihak, penulis berusaha memberikan saran. Adapun saran-sarannya sebagai berikut :
a.       Hendaknya sekolah membuat program khusus untuk meningkatkan minat baca siswa.
b.      Sebaiknya petugas perpustakaan mengusahakan kenyamanan di perpustakaan, supaya siswa memilih datang ke perpustakaan di bandingkan dengan mereka bermain.
c.       Menambah koleksi buku yang disenangi siswa, Petugas perpustakaan harus bisa memberi motifasi, dorongan ataupun hadiah  ( siswa yang sering meminjam buku) bagi pengunjung agar tertarik datang keperpustakaan.


DAFTAR PUSTAKA
Sulistyo-Basuki (1993). Pengantar Ilmu Perpustakaan. Jakarta: PT   Gramedia
Mudjito. (1993). Pembinaan minat baca. Jakarta : Universitas terbuka
Balai Teknologi Komunikasi dan Perpustakaan Sekolah Dinas P dan K       Provinsi Jawa Tengah, (2006), Buku Panduan Pengelola        Perpustakaan Sekolah Dasar
Sudarsana, U. &  Bastiano. (2010), Pembinaan Minat Baca, Jakarta:            Universitas Terbuka
Setyaningsih, W (2012). Memacu Minat Membaca Siswa Sekolah Dasar, tersedia di http://cumanulisaja.blogspot.com/2012/01/memacu-minat-membaca-siswa-sekolah.html Akses 25/09/2014
Rahmanu, G.S. (2011). Peran Perpustakaan Sekolah dalam Meningkatkan Minta Baca Siswa Kelas V,  tersedia di
http://gunsasongkorahmanu.blogspot.com Akases, 06-09-2014

Comments

Popular posts from this blog

KOLEKSI PERPUSTAKAAN PENUNJANG PROSES PEMBELAJARAN DI SMK NEGERI 3 PATI

KOLEKSI PERPUSTAKAAN PENUNJANG PROSES PEMBELAJARAN DI SMK NEGERI 3 PATI WIDI MULYANINGTYAS Email: wdianung@gmail.com PROGRAM STUDY S1 PERPUSTAKAAN ABSTRAK Setiap sekolah harus mempunyai perpustakaan,yaitu perpustakaan sekolah.SMK Negeri 3 Pati mempunyai perpustakaan sekolah yang memadai tetapi koleksi yang dimiliki kurang.Koleksi perpustakaan harus yang sesuai atau relevan, lengkap, dan mutakhir. Begitu juga perpustakaan di sekolah harus sesuai dan mendukung program pembelajaran yang ada di sekolah tersebut.Koleksi perpustakaan sekolah diutamakan untuk mendukung kurikulum sekolah, kebutuhan belajar, dan pengajaran. Perpustakaan sekolah biasanya biayanya terbatas, namun pihak sekolah menyadari pentingnya perpustakaan dalam meningkatkan mutu pendidikan siswa. Koleksi perpustakaan sekolah perlu memasukan unsur fiksi tetapi bukan sembarang fiksi, harus yang kandungan sastranya sangat kental. Akses internet juga harus bisa masuk di perpustakaan. SMK Negeri 3 ...

Undang-Undang Perpustakaan

Agar teman-teman tidak bingung tentang "apa sih tugas pustakawan itu, diakui kah atau tidak pekerjaan sebagai pustakawan itu. Melalui tulisan ini saya akan mencoba memberikan pengertian sedikit yang saya ketahui.  Sebagai referensi untuk teman-teman perpustakaan yang masih mempertanyakan tentang undang-undang bagi pustakawan. Saya lampirkan file berikut  Moga bermanfaat dan menjadi referensi sebagai tugas pustakawan. Salam literasi....