MENINGKATKAN
MINAT dan BUDAYA MEMBACA
Di
SDN MUKTIHARJO 01
KECAMATAN
MARGOREJO KABUPATEN PATI
DANU CAHYO UTOMO
S1 ILMU PERPUSTAKAAN
ABSTRAK
(a) Tulisan membahas tentang Meningkatkan Minat dan Budaya Membaca di SDN
Muktiharjo 01 Jl. Raya Pati-Gembong Km. 4 Kecamatan Margorejo Kabupaten Pati. (b)
Untuk mengembangkan tulisan, penulis melakukan sudi kepustakaan dengan mencari bahan
dari sumber-sumber ilmiah dalam bentuk jurnal, makalah juga melakukan wawancara
dengan guru dan siswa di SDN Muktiharjo 01.
(c) Setelah data terkumpul dan dianalisis dapat disimpulkan bahwa siswa di SDN
Muktiharjo 01 memiliki kebiasaan yang kurang baik dalam aktivitas membaca.
Hal itu diindikatori oleh banyaknya siswa yang belum mengerti pentingnya terhadap
kegiatan membaca, dikarenakaan tidak adanya sosialisasi pihak terkait atau
pihak yang bertanggung jawab dalam hal pentingnya kegiatan membaca untuk
membangun atau menciptakan generasi penerus bangsa yang cerdas.
Kata Kunci : Minat, Budaya Membaca
Pendahuluan
Indonesia merupakan salah satu negara
berkembang dengan minat baca masyarakatnya masih rendah. Minat baca masyarakat
Indonesia duduki rangking 96. Laporan Human Development Report tahun 2008/2009
yang dikeluarkan UNDP, menyatakan minat membaca masyarakat di Indonesia berada
pada peringkat 96 dari negara di seluruh dunia. Kondisi ini sejajar dengan Bharain,
Malta dan Suriname. Di Asia Tenggara, hanya ada dua Negara di bawah Indonesia,
yaitu Kamboja dan Laos. Kondisi ini diperparah dengan minimnya buku yang
terbit. Berdasarkan data yang ada buku yang diterbitkan hanya sekitar 10 ribu
judul. Jumlah ini sama juga dengan Malaysia yang mempunyai jumlah penduduk
hanya sekitar 26 juta atau hanya sekitar 15 persen dari penduduk Indonesia.
Begitu pentingnya kegiatan membaca
sehingga kita seharusnya memiliki minat yang tinggi terhadap kegiatan membaca.
Ketertarikan terhadap membaca bukanlah suatu hal yang dapat tumbuh seketika
tetapi merupakan proses yang membutuhkan waktu dan latihan yang kontinyu. Oleh
karena itu minat baca seharusnya ditumbuhkan sejak anak masih kecil. Bahkan
sebenarnya minat baca dapat dipupuk mulai sang anak masih di dalam kandungan.
Banyak ibu yang 'mengajak' janinnya membaca dengan membacakan cerita apa saja
seperti cerita nabi atau cerita sahabat nabi.
Kini, banyak orang tua yang sudah mulai
menyadari pentingnya menumbuhkan minat baca pada anak. Kegiatan ini biasanya
dimulai pada fase usia prasekolah. Masa ini merupakan fase yang sangat penting
dan serius karena merupakan fase dasar dan pembinaan yang menjadi bekal untuk
fase-fase kehidupan anak berikutnya.
Untuk itu, Karya Tulis yang dibuat ini
akan memperlihatkan dan menjelaskan kebenaran mengenai masalah Meningkatkan
Minat dan Budaya Membaca dengan berdasarkan studi literature dari berbagai
sumber yang terpercaya dan kompeten. Dalam Karya Tulis ini pun akan menyajikan
fakta-fakta yang memperkuat keberadaan masalah Meningkatkan Minat dan Budaya
Membaca di SDN Muktiharjo 01.
Minat merupakan kecenderungan atau
keinginan yang tinggi terhadap sesuatu dalam hal ini terhadap membaca. Minat
bukanlah bersifaat pembawaan tetapi bisa diusahakan, dibentuk, dipelajari dan
dikembangkan.
Membaca merupakan kemampuan dan
keterampilan untuk membuat suatu penafsiran terhadap bahan yang dibaca. Yang
dimaksud dengan kepandaian membaca tidak hanya menginteprestasikan huruf-huruf,
gambar-gambar, dan angka-angka saja, akan tetapi yang lebih luas daripada itu
ialah kemampuan seseorang untuk dapat memahami makna dari suatu yang dibacanya.
Menurut Edward L. Thorndike yang dikutip oleh Nurhadi (1987: 13) adalah:
“Reading as Thinking and Reading as Reasoning”, yang artinya adalah, bahwa
proses membaca itu sebenarnya tidak ubahnya dengan proses ketika seseorang
sedang berpikir dan bernalar. Dalam proses membaca ini, terlihat aspek-aspek
berpikir seperti, mengingat, memahami, membeda-bedakan, membandingkan,
menemukan, menganalisis, mengorganisasikan, dan pada akhirnya menerapkan
apa-apa yang terkandung dalam bacaan. Jadi dalam membaca diperlukan intelektual
yang tinggi.
Tujuan dari penulisan Karya Ilmiah ini
adalah untuk mendeskripsikan hal-hal yang menjadi penyebab rendahnya minat baca
siswa di SDN Muktiharjo 01 yang diharapkan dapat memecahkan permasalahan untuk
meningkatkan minat baca siswa di SDN Muktiharjo 01.
Manfaat
yang dapat diambil dari penelitian ini adalah :
1.
Bagi Pemerintah
Bisa dijadikan sebagai bahan pertimbangan dalam meningkatkan
minat baca dikalangan siswa di SDN Muktiharjo 01 pada khususnya dan masyarakat
Indonesia pada umumnya dalam rangka peningkatan kualitas pendidikan di
Indonesia.
2.
Bagi Guru
Bisa dijadikan sebagai acuan dalam upaya peningkatan minat
baca para peserta didiknya agar dapat berprestasi lebih baik dimasa yang akan
datang.
3.
Bagi Siswa dan
masyarakat pada umumnya.
Bisa dijadikan sebagai bahan kajian belajar dalam rangka
meningkatkan prestasi diri pada khususnya dan meningkatkan kualitas pendidikan
pada umumnya.
Metodologi
Penelitian
Dalam penyusunan karya ilmiah ini
penulis mengumpulkan data dan informasi sebagai berikut:
1.
Objek Penelitian
Objek penelitian untuk menyusun
karya ilmiah ini yaitu SDN Muktiharjo 01 yang brtempat di Jl. Raya Pati-Gembong
km. 4 Kecamatan Margorejo Kabupaten Pati.
2.
Metode Pengumpulan Data
Metode
pengumpulan data ini menggunakan data yang diperoleh melalui:
a.
Penelitian Lapangan
Metode
pengumpulan data ini menggunakan data yang diperoleh melalui:
·
Wawancara
Adalah suatu metode pengumpulan data
yang dilakukan dengan wawancara langsung ke objek yang berhubungan dengan
masalah yang sedang diteliti.
·
Observasi
Adalah suatu cara untuk memperoleh data
dengan mengadakan pengamatan langsung terhadap objek penelitian, kemudian
mengadakan pencatatan secara sistematis terhadap data yang diperoleh.
b.
Studi Pustaka
Yaitu suatu cara pengumpulan data yang
dilakukan dengan cara membaca beberapa literatur yang ada hubungannya dengan
masalah yang sedang diteliti.
Hasil
dan Pembahasan
A.
Beberapa Faktor
Penyebab Rendahnya Minat Baca
Jika kita memperhatikan rendahnya minat
baca dikalangan siswa di SDN Muktiharjo 01, sebenarnya disebabkan oleh beberapa
faktor, antara lain:
·
Karena membaca bukan
budaya masyarakat Indonesia. Kita lebih terbiasa mendengar orang tua ataupun
kakek nenek kita bercerita dan mendongeng ketimbang membaca buku cerita.
·
Banyaknya jenis hiburan, permainan (game) dan tayangan TV yang
mengalihkan perhatian anak-anak dan orang dewasa dari buku, surfing di internet
walaupun yang terakhir ini masih dapat dimasukkan sebagai sarana membaca. Hanya
saja apa yang dapat dilihat di internet bukan hanya tulisan tetapi hal-hal
visual lainnya yang kadangkala kurang tepat bagi konsumsi anak-anak.
·
Sistem pembelajaran
di SDN Muktiharjo 01 belum membuat siswa harus membaca buku, mencari, dan
menentukan informasi lebih dari sumber yang diajarkan di sekolah.
·
Kurang tersedianya
buku-buku yang berkualitas dengan harga yang terjangkau, minimnya perpustakaan
di tempat-tempat umum yang mudah dijangkau, kurang memadainya koleksi,
fasilitas, dan pelayanan yang ada. Termasuk, tidak meratanya penerbitan dan
distribusi buku ke berbagai daerah.
B.
Kiat Meningkatkan
Minat Baca
Menumbuhkan minat baca anak bisa
menjadi hal yang begitu sulit ataupun begitu mudahnya. Usia 6-12 tahun memiliki
tugas perkembangan untuk mengembangkan kemampuan dasar dalam membaca. Dalam
meningkatkan kemampuan untuk membaca tersebut seorang anak perlu didampingi
oleh orang lain. Pendampingan bisa dilakukan oleh orang tua sebagai orang
terdekat, guru, dan semua orang di lingkungan terdekat yang mampu mendampingi
anak dalam menumbuhkan minat bacanya.
Ada beberapa cara yang bisa ditempuh
untuk mengatasi faktor-faktor tersebut diatas, antara lain:
·
Selain sekolah
sebagai institusi yang mengajarkan membaca, peran ibu dinilai amat berpengaruh.
Seorang ibu biasanya memiliki waktu jauh lebih banyak dibandingkan ayah. Anak
juga lebih dekat dengan ibu. Ibu punya kekuatan luar biasa untuk membentuk
anak. Kalau ibu menggunakan peranannya dalam konteks memberikan contoh yang
baik bagi anaknya, seperti membaca maka anak akan menjadi pembaca.
·
Mengenalkan buku/
bacaan, serta membiasakan diri untuk mengajak anak mengunjungi toko buku dan
perpustakaan.
·
Guru lebih sering
memberi tugas yang membuat anak didik harus mencari informasi di perpustakaan.
·
Saling membacakan
secara bergantian dalam suatu kelompok dapat memberikan nuansa berbeda pada
materi yang dibacanya, kemudian dilanjutkan dengan membahas inti bacaanya.
·
Mengundang penulis,
nara sumber atau tokoh yang berhubungan dengan buku yang dibaca. Sehingga dapat
memotivasi untuk juga berkarya tulis.
·
Melakukan kunjungan
ke tempat-tempat objek tulisan, sehingga dapat mencocokkan apa yang dilihat dan
dibaca.
·
Membiasakan saling
memberikan buku sebagai hadiah.
·
Meminjamkan buku satu
sama lain
·
Perpustakaan yang
menarik dan lengkap, tata tertib meminjam yang mudah, petugas yang ramah.
·
Pengadaan lomba-lomba
membaca dan menulis, menggambar dengan memberikan penghargaan, menjadi
pendorong untuk menggairahkan minat baca.
Penutup
Kesimpulan
Minat baca siswa di SDN Muktiharjo 01
memang masih sangat rendah bila di bandingkan dengan sekolah-sekolah lain.
Hal-hal yang menjadi penyebab utamanya budaya membaca masih belum melekat pada siswa
di SDN Muktiharjo 01 karena kita lebih terbiasa mendengar orang tua ataupun
kakek nenek kita bercerita dan mendongeng daripada membaca buku cerita.
Masalah-masalah lainya yang menjadi penyebabnya yaitu:
·
Pengaruh budaya
dengar, tonton, dan media elektronik yang berkembang pesat.
·
Sistem pembelajaran
di SDN Muktiharjo 01 yang belum membuat siswa harus membaca buku, mencari, dan
menentukan informasi lebih dari sumber yang diajarkan di sekolah.
·
Kurang tersedianya
buku-buku yang berkualitas dengan harga yang terjangkau.
·
Minimnya perpustakaan
di tempat-tempat umum yang mudah dijangkau.
·
Kurang memadainya
koleksi, fasilitas, dan pelayanan yang ada.
·
Tidak meratanya
penerbitan dan distribusi buku ke berbagai daerah.
Adapun solusi yang dapat diberikan dari
permasalahan di atas antara lain:
·
Peran orang tua untuk
menanamkan kebiasaan membaca sejak dini.
·
Mengenalkan buku/bacaan
terhadap anak sejak kecil, serta membiasakan diri untuk mengajak anak
mengunjungi toko buku dan perpustakaan.
·
Guru lebih sering
memberi tugas yang membuat anak didik harus mencari informasi di perpustakaan.
·
Saling membacakan
secara bergantian dalam suatu kelompok untuk memberikan nuansa berbeda pada
materi yang dibaca.
·
Mengundang penulis,
nara sumber atau tokoh yang berhubungan dengan buku yang dibaca. Sehingga dapat
memotivasi untuk juga berkarya tulis.
·
Melakukan kunjungan
ke tempat-tempat objek tulisan, sehingga dapat mencocokkan apa yang dilihat dan
dibaca.
·
Membiasakan saling
memberikan buku sebagai hadiah.
·
Meminjamkan buku satu
sama lain
·
Membuat anggaran
khusus belanja buku
·
Perpustakaan yang
menarik dan lengkap, tata tertib meminjam yang mudah, petugas yang ramah.
·
Pengadaan lomba-lomba
membaca dan menulis, menggambar dengan memberikan penghargaan, menjadi
pendorong untuk menggairahkan minat baca.
Saran
Pemerintah, orang tua, guru, dan
masyarakat hendaknya bersama-sama terus meningkatkan minat dan kebiasaan
membaca anak-anak karena anak-anak merupakan generasi penerus bangsa. Mengingat
kebiasaan dan minat baca yang tinggi dari suatu bangsa akan dapat mengantarkan
bangsa yang bersangkutan untuk duduk sejajar dan mampu bersaing dengan
bangsa-bangsa lain dalam pergaulan global, maka hendaknya semua komponen bangsa
sesuai dengan peran masing-masing secara bersama terus memotivasi dan
menumbuhkembangkan minat dan kebiasaan membaca anak-anak.
Di lingkungan keluarga, para orang tua
hendaknya berupaya menciptakan rumah sebagi tempat yang kondusif untuk
mendorong anak-anak menjadi tertarik, senang dan mau membaca. Para orang tua juga hendaknya
memperlihatkan contoh (sebagai model panutan) kebiasaan membaca yang
sehari-harinya dapat diamati oleh anak-anaknya dan diharapkan akan menjadi
model yang ditiru oleh anak-anaknya. Pemberian buku sebagai hadiah kepada anak,
membawa anak mengunjungi perpustakaan atau took-toko buku, mendiskusikan isi
buku tertentu dengan anak. Akan dapat mendorong anak untuk melakukan kegiatan
membaca.
Di lingkungan lembaga-lembaga
pendidikan sekolah, para guru hendaknya selalu berupaya untuk mendorong para
peserta didiknya untuk secara teratur melakukan kegiatan membaca dan mengisi
waktu-waktu luangnya denagn kegiatan membaca melalui pemberian tugas-tugas
sekolah. Menulis ringkasan isi suatu buku, menceritakan isi buku di depan
teman-temannya atau membuat kliping tentang tema tertentu dapat merupakan salah
satu kondisi yang mendorong peserta didik untuk melakukan kegiatan membaca.
Pengadaan perpustakaan sekolah perlu
terus ditingkatkan, baik jumlahnya maupun koleksinya sehingga dapat memenuhi
kebutuhan peserta didik. Dengan terpenuhinya kebutuhn peserta didik akan bahan
bacaan yang tersedia di perpustakaan sekolah, maka peserta didik akan semakin
tergugah untuk mengunjungi perpustakaan dan melakukan kegiatan membaca.
Budaya membaca tidak bisa diselesaikan
hanya dengan UU. Tetapi harus dikembangkan melalui kesadaran kolektif bagi
masyarakat agar gemar membaca.
Daftar Pustaka
Hartinah, Sri. (2013). Metode Penelitian Perpustakaan. Jakarta:
Universitas Terbuka.
Sudarsana, Undang, Bastiano. (2010). Pembinaan Minat Baca : Universitas
Terbuka.
Pedoman Pembinaan dan Pengembangan
Perpustakaan Sekolah Dasar Jawa Tengah, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan
Propinsi Daerah Tingkat I Jawa Tengah. (1993: 51).
Sunindy. (1975) Bimbingan Membaca dan Promosi
Perpustakaan. Jakarta: Pengembangan Perpustakaan Departemen Pendidikan dan
Kebudayaan.
Comments
Post a Comment