PENELITIAN PERAN PENERAPAN PERPUSTAKAAN SEKOLAH SEBAGAI MEDIA SUMBER BELAJAR DI SD NEGERI BAGENG 01 GEMBONG PATI
PENELITIAN
PERAN
PENERAPAN PERPUSTAKAAN SEKOLAH SEBAGAI MEDIA
SUMBER BELAJAR DI SD NEGERI BAGENG 01 GEMBONG PATI
IMAM RIFA’I
PROGRAM STUDI S1 ILMU PERPUSTAKAAN
UNIVERSITAS TERBUKA
Abstrak
Perpustakaan
adalah tempat dimana kita dapat menemukan berbagai bentuk informasi juga bisa
di manfaatkan siswa sebagai media pembelajaran. Di dalam perpustakaan harus mempunyai
berbagai macam koleksi dan jenis bahan bacaan referensi untuk memenuhi
kebutuhan informasi bagi guru dan para murid. Perpustakaan di SD Negeri Bageng
01 punya kontribusi sebagai sumber atau media belajar untuk siswa melalui cara
dan tehnik yang sesuai dan didukung dengan pengadaan fasilitas yg lengkap juga
memadai.Peran penerapan perpustakaan sekolah sebagai media atau alat
pembelajaranbisa tercapai bisa terwujud wajib diadakan kerjasama pengelola
perpustakaan dengan semua dewan guru agar bisa menumbuhkan minat baca pada diri
siswa. Dengan jalinan kerja sama yang melibatkan perpustakaan sekolah lainya
sehingga dapat memenuhi informasi yang dibutuhkan oleh warga sekolah.Salah satu
kerjasama perpustakaan yang bisa dilakukan adalah dengan silang layan dengan
begitu perpustakaan bisa melengkapi dan menambah koleksi,sehingga para siswa
tidak merasa jenuh bahkan bosan untuk datang ke perpustakaan dan secara tidak
langsung menumbuhkan minat baca siswa. Apabila minat baca siswa semakin
meningkat maka akan berpengaruh pada kecerdasan siswa. Dengan demikian perpustakaan
sekolah dapat dikatakan sukses bahkan berhasil karena peran penerapan
perpustakaan sebagai sumber belajar telah terpenuhi.
Kata
kunci : Perpustakaan, Peran, Penerapan , Sumber belajar
PENDAHULUAN
Seiring dengan berkembangnya ilmu
pengetahuan dan teknologi apalagi di era modern seperti ini yang serba
menggunakan teknologi sekolah hendaknya meningkatkan bakat, mutu dan kulitas
siswanya. Dengan demikian pendidik harus berperan aktif dalam memberikan informasi
dan materi yang akan disampaikan dalam pembelajaran dikelas maupun diluar
kelas. Perpustakaan sekolah adalah salah satu tempat yang menyediakan sarana
pembelajaran di luar kelas juga bisa dimanfaatkan sebagai media atau sumber
belajar bagi para peserta didik di sekolah. Penerapan perpustakaan sekolah
wajib diperlukan untuk upaya mengkualitaskan mutu pendidikan disuatu sekolah.
Perpustakaan
harus berbenah untuk meningkatkan kualitas pelayanan bagi para siswa (pemustaka).
Menurut Suryadi, (2009:135) Manajemen perpustakaan perlu :
1. Membuat
admiministrasi peminjam koleksi dan bahan bacaan lainya yang sesuai kebutuhan
semua pemustaka di lingkungan sekolah
2. Menyediakan
bahan koleksi dan membuat daftar para pemustaka
3. Membuka
layanan peminjaman bahan koleksi setiap hari di jam kerja
4. Melengkapi
sarana kerjasama antar perpustakaan sekolah
5. Mengadakan
pelayananan bagi peminjam perpustakaan sekolah lainya
Ketika kegiatan belajar mengajar dimulai,
sebagian anak didik merasa bahwa buku paket yang menjadi sebagai media sumber
belajar mereka belum memenuhi kebutuhan informasi yang dibutuhkan sehingga
kurang dipahami oleh para siswa ketika belajar didalam kelas, sehingga guru
khususnya para siswa merasa bingung. Untuk mengatasi hal tersebut peran dan
penerapan perpustakaan sangatlah penting. Pokok permasalahanya ialah bagaimana
perpustakaan sekolah dapat menjadi sumber media belajar yang diperlukan? Inilah
persoalan yang menjadi pembahasan dalam pembuatan karya ilmiah ini.
Metode
Penelitian
Metode
penelitian penulis yang dimanfaatkan penulis untuk menyusun karya ilmiah ini
yaitu dengan metode wawancara dan
observasi. Wawancara ditujukan kepada para siswa, pengelola perpustakaan dan
semua karyawan yang ada disekolah termasuk kepala sekolah.Sedangkan observasi
dijalankan dengan melihat dan mengamati secara langsung kegiatan yang dilakukan
perpustakaan sekolah SD Negeri Bageng 01 Kecamatan Gembong Kabupaten Pati.
Adapun hasil dari metode yang dilakukan dalam penelitian penulis adalah sebagai
berikut:
1. Peserta
didik antusias datang ke perpustakaan untuk meminjam atau sekedar membaca bahan
pustaka. Murid kelas tinggi sebagian besar membaca buku-buku sejarah dan buku
referensi tentang pengetahuan. Sedang murid/siswa kelas rendah cenderung
melihat bahan bacaan yang bergambar dan membaca buku cerita rakyat lainya.
2. Guru
masuk ke perpustakaan untuk menyakan dan mencari buku yang informasinya dapat
dijadikan sumber informasi dalam pembelajaran didalam kelas. Selain mengajar
guru harus bisa meningkatkan dan motivasi minat baca para siswanya dengan
memberikan tugas yang informasinya bisa ditemukan di perpustakaan.
3. Kepala
sekolah harus berperan sebagai leader dan selalu aktif dalam upaya meningkatkan
mutu perpustakaan sekolah dan memposisikan perpustakaan sebagai media sumber
belajar di sekolah.
4. Petugas
atau pustakawan membantu para pemustaka yang sedang mencari bahan pustaka
sebagai media sumber belajar dan informasi
PEMBAHASAN
A. Sumber belajar
Sumber
belajar Menurut Abdul Majid, (2009:170) sekumpulan data atau fakta yang bisa
disediakan dan bisa dirubah bentuknya dalam bentuk cetak maupun non cetak dan
tidak merubah informasi yang ada di dalamaya sehinnga bisa diamanfaatkan pendidik
juga peserta didik sebagai sumber belajar sesuai dengan kurikulum yang dipakai.Perpustakaan
tidak bisa dipandang ssebelah mata saja karena keberadaan perpustakaan sekolah
bisa digunakan untuk seumber belajar yang akurat, karena di dalam perpustakaan
tersedia berbagai macam bentuk koleksi entah itu cetak maupun non cetak
sehingga bisa dijadikan bahan rujukan informasi bagi para guru dan siswanya.
Sebagai pustakawan hendaknya harus mengklasifikasi, mencatat memberi label dan
setelah itu dipajang atau ditata di rak sesuai dengan nomor klasifikasi dan
jenis bacaan bahan pustaka tersebut, dengan demikian guru dan siswa bisa dengan
mudah menemukan informasi yang dibutuhkan di dalam bahan bacaan tersebut
sehinnga pemustaka bisa menambah ilmu pengetahuan dan wawasanya.
B. Tehnik dan Strategi Pengembangan
Perpustakaan Sekolah
Dalam
upaya memenuhi semua informasi yang bibutuhkan guru dan siswa, perpustakaan
sekolah diharuskan meningkatkan layanan akses informasi secara profesional
seperti yang dikemukakan suryadi (2009:134) Tehnik dan strategi yang bisa
dilakukan oleh pustakawan diantaranya ialah :
1. Melakukan
kerja sama antar perpustakaan sekolah, yaitu dengan menyediakan koleksi yang
belum ada di perpustakaan dengan mengadakan kerjasama silang layan antar
perpustakaan sekolah. Karena dalam memenuhi kebutuhan informasi yang dibutuhkan
pemustaka pepustakaan tidak bisa hanya dengan mengandalkan koleksi yang sudah
ada, oleh sebab itu pustakawan wajib mencarikan informasi dari perpustakaaan
lain dengan dengan mengadakan silang layan, dengan begitu kebutuhan pemustaka
yang banyak dan beragam dapat terpenuhi.
2. Melengkapi
semua fasilitas yang diperlukan sebagai sarana peminjaman antar perpustakaan
sekolah baik didalam maupun dari luar perpustakaan. Dalam peminjaman internal,
perpustakaan menggunakan sistem terbuka yaitu pemustaka mengambil dan mencari
bahan bacaan secara individu, dan sistem peminjamnya masih menggunakan manual
dengan menggunakan kartu peminjaman. Sedangkan dalam peminjaman eksternal
perpustakaan sekolah hanya melayani silang layan dengan perpustakaan yang sudah
terikat kerjasama sehingga tidak melayani peminjam umum atau masyarakat di
sekitar perpustakaan.
3. Membuka
pelayanan peminjaman dan pengembalian koleksi buku pada jam kerja.
Dalam
hal ini perpustakaan membuka layanan pengembalian dan peminjaman koleksi pada
jam istirahat dan setelah jam Kegiatan Belajar Mengajar siswa selesai.
Disamping itu pustakawan telah bekerja sama dengan semua guru masing-masing
kelas agar memberi tugas pada anak didiknya yang informasinya dapat diperoleh
dari perpustakaan. Dengan jalinan kerja sama yang mendukung antara semua staf
dan karyawan sekolah maka perpustakaan dapat mengoptimalkan layanan pada warga
sekolah.
4. Menyusun
dan Membuat administrasi peminjaman koleksi atau bahan pustaka lainya sesuai
dengan kebutuhan semua pemustaka di lingkungan sekolah.
Pustakawan
dituntut kreatif da selektif dalam pengadaan bahan koleksi yang sesuai dengan
kebutuhan semua pendidik dan anak didiknya. Bahan koleksi atau bacaan yang
harus disediakan didalam perpustakaan diantaranya :
·
Buku bacaan yang
menunjang pembelajaran disekolah
·
Buku fiksi dan non
fiksi
·
Buku referensi seperti
ensiklopedi dan bahan bacaan lainya
·
Buku referensi untuk
pegangan guru dan kepala sekolah,misal buku tentang profesi keguruan dan
administrasi kepala sekolah.
5. Menyediakan
dan mengadakan pelayanan bagi peminjam perpustakaan lainya.
Pustakawan
bisa memajang papan pajangan tentang aturan atau tata tertib perpustakaan, tata
tertib pemustaka dan sanksi keterlambatan pengembalian bahan pustaka. Selain itu,
pustakawan hendaknya membukukan daftar pengunjung, peminjaman dan pengembalian
bahan pustaka sehinnga bisa dijadikan acuan untuk pembuatan statistik di
perpustakaan.
C. Peran dan Penerapan Perpustakaan
Sekolah
Perpustakaan
sekolah sebagai media sumber belajar mempunyai peranan penting dalam membantu menambah
mencerdaskan para generasi penerus bangsa disuatu sekolah. Menurut Elin Rosalin
(2008:51) perpustakaan amat dibutuhkan dengan alasan bahwa :
a. Perpustakaan
sebagai jantung sekolah harus biasa menjadi media sumber belajar bagi siswa dan
guru
b. Merupakan
salah satu strategi pemerintah dalam upaya mencerdaskan generasi muda
c. Sumber
dalam menunjang dan meningkatkan kualitas pendidikan dan pengajaran
d. Sebagai
sarana belajar dan juga sarana rekreasi sehingga dapat meningkatkan kemampuan
psikomotorik siswa.
D. Pengaruh Perpustakaan Sekolah
Sebagai Media Sumber Belajar
Jika
perpustakaan sekolah ingin tujuanya tercapai dan menjadi media sumber belajar
bagi siswa dan guru maka perpustakaan sekolah harus dapat membina daan
meningkatkan semua minat baca pada diri siswanya. Minat baca merupakan
keinginan dan dorongan siswa untuk berkunjung dan datang ke perpustakaan untuk
membaca dan mencari informasi apa saja yang ada di bahan bacaanya sehingga akan
menambah pengetahuan dan wawasanya. Sudah menjadi kuwajiban dan peran
perpustakaan sekolah dalam menumbuhkan dan meningkatkan minat baca para siswa
disekolah yang bersangkutan tersebut. Jika minat membaca siswa semakin
meningkat maka rasa ingin tahu dan belajar pada diri siswa juga akan terlihat.Perpustakaan
juga harus dilengkapi sarana rekreasi untuk para siswa agar semakin menambah
pengunjung perpustakaan.
E. Keberhasilan Perpustakaan
Sekolah
Perpustakan
Sekolah bisa dikatakan berhasil menjadi salah satu media sumber belajar bagi
guru dan siswa apabila :
1. Mampu
berperan sebagai media sumber belajar bagi guru dan siswa sekolah
2. Dapat
menjalankan fungsinya sarana penunjang kegiatan belajar mengajar, juga bisa
dimanfaatkan sebagai sarana rekreasi bagi para guru dan murid.
3. Minat
baca di sekolah tersebut tinggi dan didukung dengan sarana prasana yang memadai
untuk media sumber belajar.
4. Jumlah
pengunjung dan pemustaka mengalami peningkatan
5. Jumlah
koleksi perpustakaan harus semakin beraneka ragam sehingga dapat memenuhi
kebutuhan semua pemustaka
PENUTUP
A. Kesimpulan
Perpustakaan bukan hanya
sebagai sarana pelengkap disekolah saja, akan tetapi perpustakaan harus juga
berperan aktif dalam upaya peningkatan minat baca dan mutu pembelajaran
disekolah dan juga bisa dijadikan sebagai sumber belajar bagi para siswa dan
guru untuk mencari informasi untuk menambah ilmu pengetahuannya selain yang
didiapatkan melalui pembelajaran didalam kelas.
B. Saran
Dari
penulisan karya ilmiah ini ada beberapa saran yang dikhususkan kepada :
a. Pustakawan,
agar lebih bisa meningkatkan mutu dan layanan perpustakaan guna memenuhi
informasi seluruh warga sekolah.
b. Siswa,
agar lebih rajin datang ke perpustakaan untuk membaca serta menambah ilmu pengetahuanya. Selain itu siswa diharapkan
bisa menjaga perpustakaan serta melestarikan bahan pustaka dengan cara ikut
merawat dan memanfaatkan semua fasilitas yang disediakan perpustakaan sekolah
dengan sebaik mungkin.
c. Guru,
agar lebih berperan aktif serta ikut memotivasi para siswanya agar lebih bisa memanfaatkan
perpustakaan secara efektif dan efesien.
d. Kepala
Sekolah, yang bertindak sebagai pemegang utama kebijakan yang ada disekolah
harus dapat meningkatkan fungsi perpustakaan yang sebenarnya, serta harus bisa
mensejajarkan bahkan melebihi fungsi sarana belajar lainya yang ada disekolah.
DAFTAR PUSTAKA
Majid, Abdul. (2009), Perencanaan
Pembelajaran, Bandung: Remaja Rosdakarya
Suryadi, (2009), Manajemen Mutu
Berbasis Sekolah, Bandung: Sarana Panca
Karya Nusa
Rosalin, Elin. (2008), Pemanfaatan
Perpustakaan dan Sumber Informasi,
Bandung: Karsa Mandiri Persada
Comments
Post a Comment